Bersama Kosmetika Halal, Kutemukan Diriku

7 Aug 2012

Bulan April lalu, aku mendapat undangan untuk mengisi di sebuah acara Brainstorming Himpunan Mahasiswa Islam di salah satu universitas negeri di Semarang. Aku diminta menjadi salah satu dari dua pembicara yang mengusung tema terkait IPTEK. Bukan sekali-kali karena aku pinter, tapi hanya karena aku salah satu mantan pengurus yang sekarang bekerja di bidang IPTEK. Awalnya aku ragu, apa aku mampu untuk membawakan materi yang sebenarnya pengetahuanku di bidang itu masih dangkal. Satu yang mengusik fikiranku saat itu adalah kalau adik-adik angkatan beranggapan bahwa semua pengisi acara tersebut pastilah orang-orang yang kompeten sebagai pembicara atau paling tidak menarik untuk didengarkan sampai materi yang disampaikan selesai. Akhirnya kuberanikan diri untuk memenuhi undangan tersebut, dengan modal percaya diri yang aku punya dan sedikit kemampuan berbicara didepan audience. Hal yang membulatkan tekatku untuk tetap hadir adalah aku bisa sekalian napak tilas masa-masa perjuangan menjadi mahasiswa, dan aku juga bisa bersilaturahmi dengan Dosen dan adik-adik angkatanku. Satu hal yang tak kalah serunya, aku bertemu teman-teman komplotanku yang masih di Semarang untuk melanjutkan kuliah atau memang bekerja di Semarang.

Ketika saat itu tiba, aku berada di tengah-tengah mereka, Dosenku bilang, “Kamu sekarang cantik ya…”. Jadi….dulu aku jelek, fikirku sambil menebar senyum. Ah, banyak orang yang setelah bekerja menjadi lebih cantik. Jadi ungkapan Dosenku tergolong wajar.
Dan ketika bertemu sahabat-sahabatku apa kata mereka ?

Anita, sahabatku setomboi setanah air bilang, “ihhhhhhhh…sekarang kamu pakai Pink ihhh…baju, jilbab, tas, pink semua, rok-nya cewek bangettt, dandan lagi ! sejak kapan jadi cewek sejati Tul (panggilanku saat kuliah) ?”
Nurul, sahabatku yang super cuek penampilannya, tapi dari raut mukanya aku lihat dia suka melihatku mengenakan rok, dia mengamatiku sambil manggut-manggut, seraya berkomentar, “Alhamdulillah…kau nampak lebih feminim dan cantik, aku yakin tak akan ada lagi orang yang salah manggil kamu ‘Mas’ hihihihiiii..”.

Mereka bersahutan membahas diriku, busanaku dan sesuatu yang melekat tampak pada diriku. Saat itu aku semakin sadar bahwa sahabat-sahabatku memang begitu perhatian dan setiap orang juga memperhatikan diriku. Seakan dunia membisikkan kata kepada mereka semua, “Inilah Titi yang sekarang. Sekalipun dia tak akan pernah jadi Titi Kamal, paling tidak sekarang bukan lagi Titi Kumal”.

Hmmm..jika menilik potret masa lalu, kami bertiga memang berasal dari latar belakang keluarga yang relatif sama, sama-sama berasal dari pelosok desa dengan tingkat perekonomian biasa saja. Aku dan Anita berasal dari daerah yang sama, Klaten. Sementara Nurul dari Blora. Yang jelas, kami saling menyemangati satu sama lain untuk meningkatkan atau paling tidak mempertahankan IPK supaya tetap mendapat beasiswa prestasi demi meringankan beban orang tua. Kami dulu memang menganggap, kosmetik itu mahal, nggak perlu, dan bukan diri kami banget, terlebih untuk aku dan Anita yang sama – sama terbilang sangat tomboi dan Nurul yang super cuek terhadap penampilan.

Diantara kami bertiga, aku yang sedikit bisa ‘berdamai’ dengan kosmetik, meskipun aku juga jarang berdandan. Sementara dalam pola pikir mereka berdua, cosmetic is a monster. Bahkan Nurul pada saat wisuda, saat dimana berdandan sudah menjadi hal yang mungkin ‘wajib’ untuk mendapatkan penampilan yang terbaik di acara yang paling ditunggu bagi semua mahasiswa. Dia nekat untuk tidak mau berdandan apalagi sampai ke salon seperti yang dilakukan teman-teman kami lainnya. Lalu aku yang memaksa memoles wajahnya dengan kosmetik minimalis hanya agar dia tidak terlihat pucat. Lipstik tipis yang aku oleskan pun dihapusnya, keluhnya waktu itu, “malu, kayak badut, ondel-ondel”, heee.

Saat teringat kejadian itu aku hanya bisa berkata, maafkan aku sobat, kamu benar-benar orang pertama yang kudandani, padahal saat itu aku juga tak tahu bagaimana cara berdandan. Semua itu terlaksana karena nodong minjem kosmetik milik Ami, sahabat kami juga. :D

Ya, betul! Ami, teman se-kos-an di tahun terakhir kuliahku. Dia sahabat kami yang paling normal (feminim), karena dia yang paling biasa memakai kosmetik. Karena dialah aku mulai tertarik untuk mengenal kosmetik. Waktu itu Ami bilang, “ini kosmetik yang mendapat sertifikasi HALAL pertama kali di Indonesia dari LP POM MUI”.
Saat itu aku belum tahu-menahu tentang kosmetik, ternyata aku lihat merknya, “Wardah”. Dan sejak itu, pelan-pelan aku mulai mengenal produk Wardah. Produk pertama yang aku kenal, bedak jenis Lightening two way cake yang mampu mencerahkan. Kesan yang aku rasakan saat itu, bedaknya lembut, tidak mudah luntur, dan mampu menyamarkan noda hitam bekas jerawat. Sejak saat itu aku mulai menganggap bahwa memakai bedak itu dapat mempercantik diri. Dan itu wajar di segala lapisan masyarakat kaum hawa, bukan hanya orang yang dibilang modis.

Setelah lulus kuliah, satu yang kuinginkan hanyalan cepat mendapatkan pekerjaan. Suatu ketika aku menginap di rumah sahabatku, Dita. Dita menduduki urutan tomboi ketiga setelah Anita dan aku. Ibunya memberi wejangan kepada kami yang masih polos menghadapi hiruk-pikuk mencari kerja, “Kalau mau cari kerja, kalian harus dewasa, penampilan itu penting dan jangan disepelekan. Jangan mentang-mentang kalian tomboi, cuek, apa adanya, kemudian itu sebagai idealisme. Tidak ada orang mewawancara memilih orang yang apa adanya, tapiiiii yang pilihan. Bahkan kepribadian seseorang bisa dilihat dari penampilan. Penampilanmu adalah cermin bagaimana kamu menghormati dirimu. Seperti orang jawa bilang, “ajining diri gumantung ing lathi, ajining raga gumantung ing busono”. Seseorang itu pertama kali dihargai karena perkataan dan penampilannya. Jadi, besok tidak ada kusut-kusutan, tidak ada pucat-pucatan ya!. “

Sehari setelah wejangan-wejangan itu diluncurkan, Dita dan ibunya mencari perlengkapan kosmetik untuk Dita. Akhir tahun 2009, evolusi tajam bagiku dimulai, aku mulai memakai lipstik untuk melengkapi bedak yang aku pakai, dan saat itu banyak yang bilang wajahku segar dan tidak pucat lagi. Anggapanku dulu yang telah memvonis “kosmetik itu mahal”, ternyata salah. Karena ternyata produk Wardah itu awet dan nggak habis-habis sampai berbulan-bulan, hanya dengan menyisihkan sedikit uang jajan.

Kusadari, saat itu terjadi perubahan pada jiwaku, aku menjadi merasa cantik, nyaman dan percaya diri di setiap wawancara kerja. Pengalaman pertama di pabrik gula, kemudian beralih ke perusahaan milik Jepang yang aku ditempatkan di bagian pengelasan, hingga kini aku menetap di Instansi Pemerintah yang bergelut dalam bidang Nuklir yang notabene tidak mempersyaratkan “penampilan menarik”, berbeda halnya dengan pegawai Bank atau yang lainnya yang terbiasa menghadapi customer atau public. Tapi aku tetap merasa bahwa penampilan dan pembawaan diri itu salah satu nilai tersendiri. Pelajaran inilah yang kemudian menjadi salah satu hal yang aku tularkan kepada para mahasiswa, adik-adik angkatanku saat mengisi acara Kuliah Tamu dan membawakan materi “Sukses Interview”.

Sekarang, aku menemukan diriku
Masa mencari kerja telah berakhir karena hatiku telah mantap disini. Lantas mempercantik diri juga berakhir ? Tidak, karena alasan mempercantik diri hanya dipakai saat mencari kerja itu salah.

Suatu ketika, aku berniat membeli bedak ke outlet Wardah terdekat. Saat itu ada SPG Wardah yang menyarankanku memakai bedak dan lipstik dengan nomor yang menurutnya cocok untukku. SPG itu menawarkan diri untuk meriasku. Dan seketika aku mengizinkannya. Diriasnya wajahku dengan bedak Lightening Two way cake 03 sheer pink lalu dua lapis lipstik. Lapis pertama, Wardah Exclusive Lipstik No.33 Peach Brown kemudian baru lipstik Wardah Wonder Shine Soft Pink 03. Produk Wardah ini diproduksi oleh PT. Pusaka Tradisi Ibu yang berlokasi di Road IV, Blok AG No.4 Jatake Industrial Area, Tangerang-Indonesia.

Dan akupun mulai berani mencicip-oles produk Wardah lainnya yang menurutku cocok untuk karakterku dan aku suka, yaitu blush on jenis Wardah Blush On A yang punya dua warna (coklat-pink) dan eye shadow jenis Wardah Eye Shadow A yang punya 3 warna (emas-coklat tua-coklat kemerahan). Blush on dan eye shadow dari Wardah ini diproduksi oleh PT Paragon Technology, yang berlokasi di tempat yang sama dengan PT Pusaka Tradisi Ibu.
Dan hasilnya, Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah menciptakan warna-warni yang anggun dan wanita dengan segala keindahannya.

“Saat ia bercermin, Ia paham betul siapa wanita di hadapannya.
Saat matanya menatap, Ia melihat dunia dengan jujur
Saat pipinya merona, Ia mengerti alam punya sejuta cerita untuknya
Dan saat bibir lembutnya tersenyum, Ia tahu itu datang dari hati
Karena cantik adalah sebuah inspirasi.”
(dikutip dari www.wardahbeauty.com)

Aku pun membeli semua produk Wardah yang tadi diriaskan. Aku tak pernah merasakan rasa ketertarikanku terhadap kosmetik sekuat dan sedalam saat itu. Bahkan aku tidak menghapus kosmetik di wajahku sampai tiba di rumah. Bercermin tiada bosan sambil senyum-senyum sendiri. :D

Ya!, Aku telah menemukan diriku. Setelah itu, aku tahu apa yang membuatku bahagia. Aku tidak menjadi orang yang bukan diriku. Lebih mudah kutangani karena aku tahu diriku. Aku wanita sejati. Aku tidak tomboi dan cuek lagi. Aku pantas menjadi cantik. Bukan karena apa-apa, tapi karena tulus dari hati, aku nyaman seperti ini.

Tips Memilih Kosmetik Aman
Sekedar sharing aja, aku menemukan tips yang penting untuk diketahui. Seperti apa? Mari kita lihat tips berikut ini:

1. Pilihlah produk berlabel halal
Lebih baik lagi jika produk kosmetik tersebut mencantumkan nomor sertifikasi halal dari LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia)

2. Memiliki Kode Legal
Pastikan produk kosmetik memiliki kode legal dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Depkes RI. Tanpa kode legal berarti tidak adanya pihak yang mau menjamin keamanan produk tersebut. Kode yang perlu dipahami adalah:
- CD untuk kosmetik produksi lokal
- CL untuk kosmetik impor
- TR untuk produk yang tergolong jamu tradisional
- TL untuk produk yang tergolong jamu impor
- CA untuk kosmetik dengan tanda notifikasi

3. Memiliki Tanggal Kadaluarsa
Cek tanggal produksi atau tanggal kadaluarsa produk. Hal ini guna memastikan umur efektif produk yang mempengaruhi kualitasnya.

4. Tercantum Nama dan Alamat Produsen
Nama dan alamat yang jelas menunjukkan pihak produsen memiliki itikad baik untuk bertanggung jawab bila ada konsumen memiliki pertanyaan atau komplain terkait kandungan produk kosmetik. Selain itu, nama dan alamat bisa menjadi informasi penting untuk diadukan ke pihak berwenang bila suatu saat ada masalah tentang produk.

5. Perhatikan Komposisi Bahan
Waspada apabila produk mengandung unsur berbahaya atau haram yang dapat membahayakan tubuh kita. Diantara yang perlu diperhatikan adalah:
- Merkuri/ Hg. Hal ini termasuk logam berat yang berbahaya bagi tubuh. Pada kulit bisa menyebabkan bintik hitam, alergi, dan iritasi ringan, hingga berat. Merkuri tidak dapat diurai tubuh, menembus lapisan kulit dan dan menumpuk pada ginjal. Pada paparan jangka pendek saja bisa menyebabkan diare, dan kerusakan paru-paru, sementara pada pemakaian jangka panjang bisa merusak ginjal dan otak. Merkuri masih bisa ditemukan pada beberapa produk kosmetik ilegal, yang seringkali bahkan tidak memiliki keterangan dalam bahasa Indonesia.
- Hidroquinon. Zat ini termasuk obat keras. Di luar negeri sudah dilarang penggunaannya. Tetapi di Indonesia masih ditolerir hingga batas toleransi 2%. Paparan hidroquinon bisa menyebabkan iritasi kulit sehingga menjadi merah, terbakar. Lebih lanjut bisa menyebabkan kerusakan ginjal, kanker darah dan kanker hati.
- Pewarna Merah K.10 (Rhodamin B) dan Zat Pewarna K.3; zat warna sintetis yang umumnya ada pada industri tekstil dan bersifat karsinogen.
- Lemak dan segala turunannya yang berasal dari hewan yang diharamkan.
- Kolagen yang berasal dari hewan yang diharamkan.
- Elastin yang berasal dari hewan yang diharamkan.
- Ekstrak plasenta yang berasal dari hewan yang diharamkan atau dari manusia.
- Amnion (ketuban) yang berasal dari hewan yang diharamkan.
- Gelatin yang berasal dari hewan yang diharamkan.
- Chivet atau hormon dari kelenjar-kelenjar yang berasal dari hewan yang hukumnya haram atau najis.
(dikutip dari http://nonasehat.info/tips-memilih-kosmetik-aman/)

Cek, cek, cek, Alhamdulillah, Wardah, kosmetik yang aku pakai sangat memenuhi syarat tips memilih kosmetik yang aku baca di atas selain memang aku sudah nyaman dengannya. Hmm… semakin mantap, Wardah satu-satunya pilihanku sampai sekarang. Wardah telah mewarnai hari-hariku saat di kantor maupun diluar kantor. Wardah selalu luwes menjawab kebutuhanku, baik ingin tampil cantik natural saat bermain sampai tampil harmonis di setiap ada acara penting. Karena cantik Wardah beda, lembut dan mempercantik sesuai karakter wanita yang memakainya.

Nah, sekarang siapakah LPPOM MUI dan mengapa kita percayakan halal tidaknya produk kepadanya ?
LP POM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika - Majelis Ulama Indonesia) sebagai wakil dari umat Muslim, atau bekerja dalam bidang untuk meneliti apakah produk kosmetik tertentu halal atau tidak.
LP POM MUI melakukan penilaian-penilaian terhadap produk kosmetik mengenai halal atau tidaknya bersumber kepada AL-Qur’an dan Hadits. Hal ini tentunya membuat konsumen menjadi tenteram dengan memilih kosmetik yang tidak melanggar syariat Islam.
LP POM MUI juga bertujuan melindungi dan mendidik para konsumen dalam ruang lingkup masyarakat untuk senantiasa menggunakan produk yang halal.
Terima kasih LP POM MUI… :)

Mengapa memilih Wardah ?
Ada 3 Prinsip Kecantikan Wardah yang dipersembahkan untuk kita:

Yang pertama, Pure and Safe. Produk Wardah mengandung bahan baku yang aman dan halal, diciptakan untuk kenyamanan dan ketenangan wanita yang meggunakannya. Wardah menyatukan konsep teknologi terbaru, formulasi sesuai international dermatologist standard dengan bahan-bahan alami yang berkualitas serta aman. Proses produksi melalui uji pengawasan seksama dari para ahli dan dokter kulit. Produk Wardah diformulasikan secara tepat.

Yang kedua, Beauty Expert. Citra awal Wardah sebagai kosmetik ditujukan untuk wanita muslim telah berkembang menjadi produk yang dapat dinikmati oleh kalangan yang lebih luas. Wardah memastikan bahwa setiap sapuan warna, bubuhan bedak atau polesan shading lembut dapat semakin menguatkan karakter wanita tersebut.

Yang ketiga, Inspiring Beauty. Dari tahun 1995 hingga saat ini, Wardah selalu meyakini kecantikan yang menginspirasi. Bagi wanita Wardah, kosmetika tidak hanya untuk tubuh akan tetapi juga untuk jiwa.
Kecantikannya membuat ia merasa mencintai diri sendiri, sebanyak dan sedalam dia mencintai orang-orang di lingkungan sekitarnya. Menjadi cantik dapat dilakukan oleh siapapun dengan mudah. Namun sekaligus memberi inspirasi, harus tulus berawal dari hati. (dikutip dari www.wardahbeauty.com)

Ke-halal-an Wardah menentramkan batin
Poin crusial dalam tips tadi, bahkan disebutkan di urut nomor 1 adalah ke-halal-an. Kebanyakan produk-produk buatan Indonesia memang halal. Tapi sebagai seorang Muslim, kita perlu memastikan ke-halal-an produk yang kita pakai tak terkecuali kosmetik, produk yang paling dekat dengan kita. Membingkai wajah, melekat dalam kulit, meresap ke dalam raga, dan mencitrakan jiwa. Halal is My Life. Dan bahwasanya memang benar, sudah ada LPPOM MUI yang mempunyai kewenangan untuk menyatakan melalui sertifikasi bahwa suatu produk itu halal atau tidak. Kita tinggal melihat ada tidaknya logo HALAL di setiap kemasan. Jika ada logo HALAL seperti ini (lihat gambar dibawah ini) berarti dijamin halal.

Logo HALAL MUI, Sumber: www.halalmui.org

Logo HALAL MUI, Sumber: www.halalmui.org

Ya! Inilah ceritaku tentang kosmetik halal yang menemani perjalananku menemukan jati diriku. Tanpa disadari, orang-orang di sekitar kita, teman, sahabat, bahkan ibu dari teman kita menyampaikan pelajaran dalam kalimat yang cukup sederhana tanpa harus dikemas dalam kalimat formal yang apik atau bahkan terbit di media sosial. Hingga akhirnya aku mengerti bahwa cantik yang sesungguhnya adalah kekuatan karakter untuk menjadi diri sendiri yang nyaman dan percaya diri serta memiliki pengetahuan dalam diri. Seperti yang pernah diungkapkan juga oleh imam Syafi’i: “Pakaianmu memuliakanmu sebelum dudukmu, dan ilmumu memuliakanmu setelah dudukmu”. Maksudnya, penampilan adalah hal yang dinilai pertama kali saat orang lain melihat kita dan selanjutnya adalah ilmu yang kita miliki. Jadi, berilah kesan pertama dengan penampilan yang baik (cantik) dan berilah kesan selanjutnya yang baik pula dengan ilmu dan pengetahuan. Kecerdasanmu menjadi tajam, menguat dan mengesan dengan penampilan cantikmu.

Jadi, selamat menemukan dirimu yang cantik Ladies!

duuuhhh...narsis bentar deh..

duuuhhh…narsis bentar deh..

It is Mine

It is Mine

Terima kasih kepada yang telah menyempatkan diri untuk membaca di blog pribadiku ini. Sebuah blog yang menemani hidupku untuk menggali kreatifitas, mengeluarkan uneg-uneg gagasan dan pendapat serta mencurahkan pengalaman. Membuka blog, bagiku seperti membuka jendela dunia akan ilmu pengetahuan dan wawasan. Aku bisa bertukar informasi dengan bloger-bloger lain yang punya latar belakang berbeda-beda, baik latar belakang pendidikan, pekerjaan, keahlian, kesukaan/hoby dan lain sebagainya, tak harus dengan bertatap muka dan berjalan ke tempat-tempat.

Sumber penunjang data dan gambar:
http://www.halalmui.com
http://www.wardahbeauty.com
http://www.blogdetik.com
http://nonasehat.info/tips-memilih-kosmetik-aman/

Salam hangat,
titiksundari.blogdetik.com

Tulisan ini diikutkan dalam kontes blog Kosmetik Halal, untuk info lomba klik disini.


TAGS cantik kosmetik halal wardah mui lppom blogdetik


-

Author

Follow Me